cheka

kawah putih

Selasa, 12 Januari 2010

Pahlawan Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, merupakan putera kedua dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15. Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, ketika Belanda yang diwakili Kompeni sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah. Gowa merupakan kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai jalur perdagangan.[1]

Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni.

Pertempuran terus berlangsung, Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga pada tanggal 18 November 1667 bersedia mengadakan Perdamaian Bungaya di Bungaya. Gowa merasa dirugikan, karena itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan lagi. Akhirnya pihak Kompeni minta bantuan tentara ke Batavia. Pertempuran kembali pecah di berbagai tempat. Hasanuddin memberikan perlawanan sengit. Bantuan tentara dari luar menambah kekuatan pasukan Kompeni, hingga akhirnya Kompeni berhasil menerobos benteng terkuat Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 12 Juni 1669. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari takhta kerajaan dan wafat pada tanggal 12 Juni 1670.[1]

Rabu, 25 November 2009

games

games

Warriors Orochi DDR



Click here to play this game

Slam Kenal KU



saya bernama cheka darma catalysta,tapi suka di panggil cheka.
saya kls 4 SD saya sekolah di Cairo sekolah nya bernama SIC singkatan dari Sekolah Indoensia Cairo.
di SIC murid nya dikit tetapi,tetap seru bermain dengan mereka.
di cairo terdapat makanan yang enak misalnya ada Safo,Syarwama dan lain2

Kamis, 01 Oktober 2009

Rabu, 09 September 2009

Rabu, 02 September 2009

Stoner Optimistis Menang Lagi


JAKARTA, Kompas.com - Casey Stoner sangat optimistis menghadapi seri terakhir MotoGP 2009 di Valencia pada Minggu (8/11) ini. Pebalap Ducati tersebut yakin, dia bisa kembali mendominasi balapan di Sirkuit Ricardo Tormo tersebut, sekaligus melengkapi kemenangannya di tiga seri terakhir.

Ya, dalam dua seri terakhir Stoner selalu finis terdepan. Di Australia dan Malaysia, pebalap Australia ini unggul jauh atas lawan-lawannya. Dan di Valencia, Stoner juga memiliki kenangan yang indah karena tahun lalu dia menjadi juara, apalagi sirkuit ini sangat cocok untuk Desmosedici GP09.

"Valencia adalah sirkuit yang saya selalu suka. Sirkuit ini sempit dan pelan, tetapi penuh kejutan. Ducati-ku selalu melaju dengan baik di sana," ungkap mantan juara dunia MotoGP 2007 tersebut.

"Dalam dua musim terakhir, saya juga selalu tampil bagus karena memiliki kecepatan yang sesuai dengan harapan--baik saat tes maupun balapan--. Karena itu, kami berharap tren ini berlanjut, meskipun kami harus membuat beberapa penyesuaian pada motor.

"Akhirnya kami bisa menatap seri penutup musim ini dan kami siap menghadapinya. Karena itu, jika bisa menang maka akan sangat menyenangkan. Tetapi jika tidak, maka kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa naik podium, sebelum mempersiapkan diri menghadapi musim mendatang."

Rekan setim Stoner, Nicky Hayden, juga memiliki kenangan indah di Valencia. Pasalnya, di sirkuit ini pebalap Amerika Serikat tersebut memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2006, mengalahkan rival terdekatnya waktu itu, Valentino Rossi.

Karena itu, "The Kentucky Kid" bertekad mengakhiri kekecewaan penampilannya sepanjang musim ini--yang membuat dia sekarang berada di peringkat 13 klasemen sementara--, dengan finis di podium. Apalagi, jika naik podium maka posisinya bisa terdongkrak cukup tinggi, yaitu ke urutan sembilan.

"Saya menyukai Valencia, begitu juga dengan sirkuitnya," ungkap Hayden, yang tahun lalu untuk pertama kalinya mengendarai Ducati dalam ujicoba di sirkuit ini.

"Jika saya bisa meraih hasil yang bagus, maka kami memiliki peluang untuk finis pada musim ini di urutan 10 besar. Memang tidak mudah, tetapi mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan nanti," pungkasnya.